Wow! 12 Perpusdes di Bangka Barat Terima Penghargaan Mitra Program TPBIS Tingkat Provinsi




 

MENTOK, DPKBABAR – Sebuah prestasi mengembirakan diukir Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kenapa demikian? Pasalnya, 12 Perpustakaan Desa (Perpusdes) di Babar tahun menerima penghargaan Mitra Program (TPBIS) Tingkat Provinsi Babel tahun 2026, yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel.

Perpusdes yang mendapat penghargaan itu adalah: 1) Perpustakaan Air Belo; 2)  Perpustakaan Belo Laut; 3)          Perpustakaan Rambat; 4)  Perpustakaan Jebus; 5) Perpustakaan Ranggi Asam; 6)  Perpustakaan Ketap; 7) Perpustakaan Terentang; 8) Perpustakaan Sekar Biru; 9)  Perpustakaan Puput; 10) Perpustakaan Air Gantang; 11) Perpustakaan Teluk Limau; dan 12) Perpustakaan Benteng Kota.

Pada kesempatan sama, Perpusdes Ketap berhasil meraih juara II Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2026.

Penghargaan terhadap 12 Perpusdes di Bangka Barat itu, diserahkan Gubernur Babel, Hidayat Arsani dan Bunda Literasi Babel, Noni Hidayat, usai pengumuman yang berlangsung di Ruang Pasir Padi, Lantai III Kantor Gubernur Babel, Rabu (15/10/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar, Farouk Yohansyah mengucapkan syukur atas raihan prestasi yang membanggakan bagi Bangka Barat di ajang anugrah Penghargaan Kepada Perpustakaan Desa Mitra program TPBIS.

Capaian nilai KPI terhadap 12 Perpusdes itu 100. “Hari ini, ada 12 perpustakaan desa Bangka Barat yang mendapat penghargaan yang dianugrahi oleh Perpustakaan Provinsi atas capaian dengan nilai 100 sebagai mitra program TPBIS yang komitmen dan keberhasilan dalam mengimplementasi program di nilai sangat berhasil,” kata Farouk.

Prestasi ini, menurutnya, adalah keberhasilan bersama, mulai dari pembinaan yang tak henti-hentinya yang dilakukan pegawai Perpusda Bangka Barat. Kemudian, yang tak kalah pentingnya adanya support yang luar biasa dari para kepala desa serta semangat kinerja pengelola perpustakaan desa.

“Dengan adanya kolaborasi yang selalu terjalin dengan baik ini, sehingga meningkatkan kinerja yang luar biasa,  akhirnya membuahkan hasil yang dicapai seperti saat ini,” ujarnya.

Implementasi TPBIS, lanjutnya, memberikan berbagai manfaat nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di desa khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Program TPBIS, masih kata dia, bermanfaat mengubah fungsi perpustakaan dari sekadar tempat membaca (ruang sunyi) menjadi ruang interaksi, kolaborasi, dan berkarya bagi komunitas. Mendorong kecakapan literasi guna melawan rendahnya pengetahuan dan keterampilan di tengah masyarakat.

Nah, perpustakaan desa ini merupakan wadah yang terdepan dan terdekat dengan warganya untuk pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan SDM yang berkualitas untuk peningkatan kesejahteraan.

“Jadi, hari ini ada dua kebanggan yang di dapat oleh Bangka Barat, dan ini merupakan capaian yang luar biasa atas kinerja kawan-kawan yang mensupport kegiatan ini sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan juara,” ungkap Farouk.

Kepala Desa Ketap, Asyro Hasbar mengaku sangat berbahagia dan bangga, karena perpustakaan mereka bisa meraih juara 2 pada lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026.

“Ini tidak terlepas dari banyak pihak yang telah mensupport dan membantu kelancaran, terlebih kami ucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Bangka Barat yang begitu banyak perannya untuk selalu mensupport perpustakaan desa Ketap. Kami ingin perpustakaan desa ketap terus maju dan tahun depan semoga perpustakaan kami bisa meraih juara pertama,” harapnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani mengharapkan tahun depan agar kegiatan lomba ini ada kemajuan dan lebih unik, dibuat alami.

Hadiah untuk juara pun harus ada peningkatan sehingga akan meningkatkan semangat perpustakaan desa. Perpustakaan desa harus tempat menjadi andalan menimba ilmu bagi semua lapisan masyarakat.

Gubernur juga mengharapkan kepada bunda-bunda literasi kedepannya bisa meningkatkan literasi masyarakat Bangka Belitung menjadi yang terbaik.

“Mari Kabupaten/kota tetap bersinergi dan bersatu untuk meningkatkan literasi Bangka Belitung kedepannya. Selamat kepada semua pemenang yang telah menjadi juara, terus tingkatkan prestasi untuk mengapai kesuksesan,” ucap Gubernur.

Bunda Literasi Babel, Noni Hidayat mengatakan, perpustakaan hendaknya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan harus memberikan dampak kepada masyarakat sekelilingnya, apakah perpustakaan itu efektif pragram-programnya  bisa terlihat dari masyarakat antusias atau tidak mengunjungi perpustakaan tersebut.

Perpustakaan, urai Noni Hidayat, bukan hanya ditujukan untuk anak sekolah tetapi utnuk  masyarakat  umum, nelayan, petani, buruh dan siapun itu bisa ke perpustakaan.

“Di perpustakaan, kita juga bisa melakukan edukasi, penyuluhan dan lain sebagainya. Itulah perpustakaan harus disesuaikan dan dikembangkan dengan kebutuhan masyarakat  dan diimbangi dengan kemajuan teknologi berupa digitalisasi yang kuat, dan harus sama dengan yang di kota,” harapnya.

“Untuk bunda yang ada di kabupaten/kota mari kita lebih banyak lagi mengajak anak-anak untuk berkegiatan di perpustakaan. Di kantor bahasa kalau bisa dilaksanakan juga kegiatan literasi yang berkolaborasi, bersinergi lebih maju lagi dengan perpustakaan sehingga dengan literasi yang baik SDM kita pun akan lebih baik,” tutup Bunda Literasi Babel, Noni Hidayat.

 

Penulis: ZL

Foto: ZL

Editor: Ahmad