Perpusda Babar Kembali Gelar Nobar dan Bedah Film




MENTOK, DKP BABAR (25/5/2026) — Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menghadirkan ruang edukasi kreatif bagi generasi muda. Bekerja sama dengan Rumah Literasi dan Edukasi, Perpusda menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan bedah film bertajuk “Jagat Raya” bersama pelajar, pada Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Naskah Kuno Perpusda Bangka Barat ini diikuti dengan penuh antusias oleh 50 peserta yang berasal dari SMK Muhammadiyah Mentok dan SMAN 1 Mentok.

Film Jagat Raya yang diputar dalam kegiatan ini mengangkat tema dunia pendidikan, pentingnya interaksi sosial, serta metode pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek utama melalui pelibatan yang bermakna.

Suasana Ruang Naskah Kuno tampak hidup dengan diskusi interaktif para peserta. Mereka menguliti pesan moral, nilai pendidikan, hingga tantangan interaksi sosial generasi muda di tengah gempuran era media digital.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan gerakan literasi kreatif di lingkungan perpustakaan daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Farouk Yohansyah menyampaikan bahwa kegiatan bedah film merupakan bagian dari transformasi perpustakaan agar menjadi ruang belajar yang lebih adaptif dan dekat dengan generasi muda.

“Perpustakaan saat ini harus mampu menghadirkan pendekatan literasi yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Bedah film menjadi media yang efektif untuk membangun daya pikir kritis, memperkuat interaksi sosial, dan menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada generasi muda,” ujar Farouk.

Menurutnya, perpustakaan kini bukan lagi sekadar tempat membaca buku, melainkan ruang diskusi, kreativitas, dan penguatan karakter.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Eka Octawianto, S.T., M.AP, menilai literasi berbasis media visual sangat efektif menarik minat generasi muda.

“Anak muda saat ini sangat dekat dengan media visual dan digital. Karena itu, perpustakaan harus menghadirkan kegiatan yang komunikatif dan edukatif untuk membangun budaya diskusi di kalangan pelajar,” jelas Eka.

Di kesempatan yang sama, Duta Pemuda Kreatif Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Fakhrur Rozy, menjelaskan bahwa nobar ini juga digelar dalam rangka merayakan Hari Jadi Kabupaten Bangka Barat yang ke-23.

“Alhamdulillah kami melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Bangka Barat yang ke-23 tahun. Semoga anak-anak di Bangka Barat terus membudayakan literasi dan tidak kehilangan nilai simpati sosial di tengah gempuran media sosial,” kata Fakhrur.

Ia juga berharap wadah ini dapat mengasah potensi anak muda dalam melihat peluang di dunia ekonomi kreatif.

Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode pendekatan visual ini. Menurutnya, esensi literasi sangatlah luas.

“Literasi tidak hanya melalui buku, tetapi juga dapat dibangun melalui film, diskusi, seni, dan media kreatif lainnya. Yang paling penting adalah bagaimana generasi muda mampu mengambil nilai positif dan pembelajaran dari setiap kegiatan yang mereka ikuti,” tutup Evi.

Melalui ruang edukasi ini, Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat diharapkan semakin konsisten berkembang sebagai ruang publik yang edukatif, kreatif, dan menjadi pusat penguatan literasi generasi muda di era digital.

Penulis: zl

Foto : zl

Editor: ahmad