Dukung Penguatan Layanan Perpustakaan, Bupati Babar Markus Sambangi Perpusnas RI




JAKARTA, DPK BABAR – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan layanan perpustakaan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

Berkenaan dengan hal itulah, Bupati Bangka Barat menyambangi langsung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Jakarta.

Dalam kunjungan pada Senin (23/2/2026) dan didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar, Farouk itu, Bupati Markus diterima Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional Andin Bondar.


Markus dalam kesempatan tersebut mengatakan, melalui koordinasi dengan Perpusnas RI ini, pihaknya berharap bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) urusan perpustakaan dapat terus ditingkatkan.

“Keberadaan mobil perpustakaan keliling merupakan kebutuhan penting bagi daerah, khususnya dalam menjangkau masyarakat di wilayah desa dan pelosok. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan akses literasi dan menumbuhkan budaya gemar membaca,” kata Markus.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, ditegaskan Markus, pihaknya optimis kualitas layanan perpustakaan di Babar akan semakin baik dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Babar yang bermartabat.

Kepala DPK Babar, Farouk menambahkan, koordinasi dan konsultasi ini dilakukan juga sebagai upaya memperluas akses literasi masyarakat.

“Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), khususnya dalam mendukung peningkatan layanan, penyediaan bahan bacaan, serta pengembangan kegiatan literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Babar juga, sebut dia, mengajukan permohonan bantuan mobil perpustakaan keliling (perpusling) sebagai sarana strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal, terutama di desa-desa dan daerah terpencil.

“Kehadiran mobil perpusling diharapkan mampu menjadi solusi dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat serta meningkatkan minat baca secara berkelanjutan. Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan literasi di Kabupaten Bangka Barat dapat terus ditingkatkan sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing,” ungkap Farouk.

Terpisah, Kabid Pembinaan Perpustakaan DPK Babar, Eka Octawianto menyebutkan, dukungan melalui DAK urusan perpustakaan dan bantuan mobil perpustakaan keliling merupakan kebutuhan strategis dalam memperkuat ekosistem literasi di daerah.

Mobil perpusling tidak hanya berfungsi sebagai sarana layanan buku, tetapi juga sebagai media edukasi dan pembinaan literasi yang dapat menjangkau sekolah, desa, serta komunitas masyarakat secara langsung. “Hal ini sejalan dengan upaya pembinaan berkelanjutan terhadap perpustakaan desa, taman baca masyarakat, serta satuan Pendidikan,” terangnya.

“Melalui koordinasi dan konsultasi yang dilakukan, kami berharap usulan yang disampaikan dapat diakomodasi sehingga berdampak nyata terhadap peningkatan indeks literasi masyarakat dan perluasan akses layanan perpustakaan di Babar. Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan setiap dukungan yang diberikan, agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Dr. Adin Bondar menyampaikan, Perpusnas terus berkomitmen dalam mendukung penguatan layanan perpustakaan daerah melalui berbagai skema, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan sarana prasarana perpustakaan.

“Kami mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Babar dalam melakukan koordinasi dan konsultasi terkait kebutuhan pengembangan perpustakaan, termasuk usulan bantuan mobil perpustakaan keliling. Hal ini menunjukkan komitmen daerah dalam memperluas akses literasi kepada masyarakat,” terang Adin.

Perpusnas, sambung Adin, akan terus mendorong transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat, sehingga program-program pengembangan perpustakaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Adin.

 

Penulis               : ZL

Foto                   : ZL

Editor                 : Ahmad