Bunda Literasi Hingga Kades & BPD di Bangka Barat Sambangi Perpusnas
Bunda Literasi Hingga Kades & BPD di Bangka Barat Sambangi
Perpusnas
JAKARTA, DPK BABAR (7/7/2026) - Gerakan dalam rangka memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengembangan
layanan perpustakaan di Kabupaten Bangka Barat, kini terus dilakukan oleh
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
Wujud salah satunya melalui Bunda Literasi bersama Pengelolaa
Perpustaaan hingga Kepala Desa (Kades) dan BPD di Bangka Barat, Senin
(6/7/2026) menyambangi Perpustaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas-RI) di
Jakarta.
Kedatangan rombongan Bunda Literasi yang didampingi Jajaran
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bangka Barat itu diterima Deputi
Pengembangan Sumber Daya Perpusnas, Adin Bondar.
Kepala DPK Bangka Barat, Farouk Yohansyah mengatakan, kunjungan
koordinasi dan konsultasi ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan
langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan
perpustakaan di Kabupaten Bangka Barat.
"Koordinasi ini, menjadi bagian dari komitmen kami
untuk terus menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas, inovatif, dan
mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap program
yang dilaksanakan di daerah selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya
dalam penguatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan
peningkatan kualitas literasi masyarakat," ujarnya.
Menurut Farouk, konsultasi tersebut juga menjadi momentum
untuk memperoleh arahan, pendampingan, serta informasi mengenai berbagai
program strategis Perpustakaan Nasional yang dapat diimplementasikan di Bangka
Barat, seperti penguatan koleksi bahan bacaan, pengembangan perpustakaan
digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi
informasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan perpustakaan, hingga
dukungan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perpustakaan.
"Kami berharap hasil koordinasi ini dapat memperkuat
berbagai inovasi yang telah kami jalankan, termasuk program Transformasi
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, pengembangan perpustakaan desa, serta
peningkatan kualitas layanan di Perpustakaan Daerah. Perpustakaan harus terus
bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, dan pusat
pemberdayaan masyarakat," katanya.
Kolaborasi yang erat dengan Perpusnas, kata dia, menjadi
kunci dalam mewujudkan perpustakaan yang modern, inklusif, adaptif terhadap
perkembangan teknologi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan
kualitas sumber daya manusia di Bangka Barat.
"Harapan kami, sinergi yang terus terbangun dengan
Perpustakaan Nasional akan semakin memperkuat budaya literasi masyarakat serta
mendukung terwujudnya Bangka Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat
melalui pembangunan manusia yang berbasis pengetahuan," tutupnya.
Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas, Adin Bondar, mengapresiasi
dan mengucapkan terima kasih atas silaturahmi dan kunjungan bunda literasi dan
rombongan di Perpusnas RI.
Perpusnas, dijelaskan Adin, merupakan satu lembaga non
kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, yang memiliki
fungsi tugas pokok pendidikan, sumber informasi, penelitian, deposit nasional
serta pusat jejaring nasional.
“Mitra kerja kita yaitu pemerintah daerah yang ada di
provinsi dan kabupaten/kota, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Perpustakaan kabupaten/ kota merupakan mitra strategis dalam rangka mewujudkan pembangunan
budaya baca dan kecakapan literasi karena ini merupakan satu kesatuan sistem
pembangunan nasional,” jelasnya.
Merujuk pada program Presiden yaitu dalam rangka mewujudkan
asta cinta keempat, fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Perpusnas
punya peranan strategis, yakni peningkatan mutu layanan perpustakaan dan
pengembangan budaya baca.
Disamping itu, Perpusnas mendukung program strategis asta
cinta kedelapan dalam rangka membangun harmonisasi dan kemajuan kebudayaan
serta karakter bangsa. “Didalamnya ada program revitalisasi naskah kuno
manuskrip karena ini karya intelektual bangsa kita,” ujarnya.
Jadi, Perpusnas, Perpusprov, Perpusda Kabupaten/Kota harus
bersama-sama mendukung dan mewujudkan program strategis presiden tersebut.
Selain itu, dikatakannya, ada program yang mengantisipasi
perkembangan teknologi dan ledakan informasi yang ada saat ini. “Maka,
Perpusnas melakukan reformulasi kembali yaitu tranformasi perpustakaan berbasis
inklusi dimana perpustakaan itu tidak lagi berfungsi hanya pada konsep
depisitori pengetahuan tetapi kita kembangkan kearah bagaimana perpustakaan itu
memiliki dampak luas, maka fungsi peranan perpustakaan diperluas menjadi
ruang kreativitas dan inovasi,” terangnya.
“Kita mempunyai program disebut program TPBIS yang memiliki
dampak dalam rangka peningkatkan produktivitas masyarakat berbasis ilmu
pengetahuan. Yang kedua adalah perpustakaan itu menjadi ruang mengembangkan
ilmu pengetahuan baru dan yang ketiga adalah perpustakaan itu menjadi ruang
untuk menjawab kegalauan berpikir,” jelasnya lagi.
Pemerintah daerah juga diharapkan lebih perhatian kepada
perpustakaan daerah melalui dukungan anggaran yang memadai untuk kegiatan
literasi.
Evi Astura, Bunda Literasi Bangka Barat turut mengucapkan
terima kasih kepada Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas beserta seluruh
jajaran Perpusnas atas sambutan yang begitu hangat dan penuh rasa
kekeluargaan.
“Saya sangat bangga dengan semangat yang luar biasa para
peserta untuk datang ke Perpusnas walaupun harus menempuh perjalanan lewat
kapal laut dan perjalanan darat (bus). Kedatangan kami ke Perpusnas selain
silaturahmi, juga ingin banyak belajar tentang berbagai macam layanan yang ada
di Perpusnas, sehingga model yang ada di Perpusnas bisa kami adopsi untuk
diaplikasikan di perpustaan desa, sehingga perpusdes nantinya lebih maksimal
memberikan layanan bagi warga masyarakat di desa,” ungkapnya.
Ingin Lebih Banyak Belajar
Bunda Literasi Evi menyebutkan, dirinya ingin lebih banyak
belajar supaya lebih bisa memaksimalkan peran sebagai bunda literasi di Bangka Barat untuk bisa meningkatkan
budaya literasi khususnya budaya
literasi yang terus berkelanjutan.
“Bunda literasi juga bisa menjadi contoh, tolak ukur untuk
semuanya. Kami mengharapkan lebih banyak lagi program Perpusnas yang bisa
bersinergi dengan bunda literasi Bangka Barat,” harapnya.
Setelah mengunjungi Perpusnas, pada hari kedua tepatnya
Selasa (7/7/2026), para kades, BPD dan pengelola perpustakaan akan dibawa
mengunjungi salah satu perpustakaan di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Perpustakaan
Serasi Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah yang telah berhasil melaksanakan
program TPBIS.
Di Desa tersebut, mereka mempelajari keberhasilan program
kegiatan yang bisa di adopsi untuk dikembangkan di perpustakaan daerah Bangka
Barat.
Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi menuturkan, Pemerintahan Desa
dan masyarakat desa Tanimulya sangat berbahagia atas kedatangan rombongan
kepala desa, BPD, pengelola perpustakaan Bangka Barat.
“Semoga dengan kegiatan ini akan memberikan manfaat yang
baik bagi kemajuan desa-desa di Bangka Barat dan kabupaten Bandung Barat
kedepannya,” tutupnya.
Penulis : zl
Foto: zl
Editor: ahmad