211 Mahasiswa IAIN SAS Babel Kunjungi Galeri Manuskrip Melayu & Islam di Perpustakaan Bangka Barat
MENTOK, DPK
BABAR – Upaya untuk mengetahui dan mempelajari jejak sejarah Melayu dan Islam
di Kepuauan Bangka Belitung (Babel), khususnya di Kabupaten Bangka Barat, 211
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel mengunjungi galeri naskah kuno
(Manuskrip) Melayu dan Islam di Perpustakaan Daerah Bangka Barat.
Kehadiran romobongan
yang berlangsung Sabtu (10/10/2026), dan di pimpin langsung Dekan Fakultas
Tarbiyah IAIN SAS Bangka Belitung, Subri itu, disambut Kepala Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bangka Barat, Farouk Yohansyah didampingi
Kabid Naskah Kuno Sandi Wijaya, Kabid Hendri Firsanto, beserta seluruh staf.
Subri mengatakan,
kegiatan kunjungan ke galeri naskah kuno dan arsip sejarah di Bangka Barat ini,
merupakan tindaklanjut kerja sama bidang pendidikan literasi dan sejarah yang
telah terjalin beberapa waktu lalu.
“Semuanya mahasiswa
IAIN jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Ini dalam rangka pembelajaran
eksplorasi sumber sejarah dan budaya Otentik Bangka Barat menuju Publikasi
Ilmiah Mahasiswa yang unggul, dengan kegiatan yang bernama "Jejak
Tarbiyah" Jelajah Jejak Sejarah, Peradaban Melayu dan Pendidikan Islam di
Bangka Barat,” terang Subri.
Ini, katanya,
bukan kunjungan anak-anak sekolah seperti biasanya, namun fokus kegiatan
kunjungan ini berhubungan dengan apa yang dipelajari mahasiswa semester III
Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN SAS.
“Kami
mengucapkan terima kasih atas sambutan dari pihak Perpustakaan dan Kearsipan kepada
kami, sehingga para mahasiswa dapat melihat seluruh ruangan dan fasilitas,
terutama ruang pameran naskah kuno dengan literatur bacaan yaitu ruang untuk
pameran naskah-naskah kuno dan jejak sejarah Bangka Barat,” katanya.
Selaku dekan, Subri
mengharapkan kunjungan ini, memberi warna kepada Perpustakaan dan Kearsipan
menjadikan kerja sama antara IAIN SAS umumnya, dan khususnya Fakultas Tarbiyah
kedepannya bisa lebih banyak lagi melakukan kegiatan-kegiatan lain yang
berbeda.
Sementara Kepala
DPK Bangka Barat, Farouk Yohansyah mengaku bangga, sekaligus mengucapakan
terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada IAIN SAS khususnya
Fakultas Tarbiyah yang telah menyambangi DPK dalam kegiatan "Jejak
Tarbiyah" Jelajah Jejak Sejarah, Peradaban Melayu dan Pendidikan Islam di
Bangka Barat ini.
Farouk menjelaskan,
naskah kuno adalah semua dokumen tertulis hasil karya tangan (bukan dicetak
atau digandakan) yang berusia sekurang-kurangnya 50 tahun, dan memiliki arti
penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, serta kebudayaan nasional.
Perpustakaan dan
Kearsipan Bangka Barat, dikatakan Farouk, cukup banyak memiliki naskah kuno
yang saat ini tersimpan di gedung perpustakaan ini.
“Naskah kuno
miliki kita yang tersimpan di gedung perpustakaan ini, kita dapatkan dari hasil
sosialisasi dan hunting yang kita lakukan di Bangka Barat. Alhamdulillah,
ternyata ada beberapa masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno tersebut,”
ucapnya.
Ternyata,
ditegaskannya, ada masyarakat yang sadar dan dengan suka rela untuk menitipkan
naskah kuno yang dimilikinya diserahkan ke perpustakaan untuk dijaga oleh
perpustakaan. “Karena, kalau naskah kuno itu berada di tangan mereka
dikhawatirkan nantinya kurang terawatt,” ujar Farouk.
“Sekarang, kita
sudah melakukan komunikasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), agar pihak
Perpusnas berkenan untuk melakukan alih media terhadap naskah kuno yang ada di
perpustakaan kita, sehingga dengan dilakukannya alih media, naskah kuno
tersebut akan terus terawat sebagai bukti sejarah yang tetap terjaga otentiknya,”
ungkapnya.
Dari pantauan di
lokasi, ratusan mahasiswa IAIN SAS antusias mengikuti dan melihat langsung naskah
kuno yang terdapat di galeri naskah kuno di Perpustakaan Daerah Bangka Barat
tersebut.
Penulis: ZL
Foto: ZL
Editor: Ahmad